Feeds:
Posts
Comments

Postingan kali ini bercerita tentang wisata kuliner (wiskul) yang ada di sekitar kantor kita, cekidot..

Lilip wrote:

jadi kapan kami terakhir kali posting di blog ini?
22 Agustus 2008, oke nyaris 5 tahun…
5 tahun blog ketek ini hiatus, berbagai macam kesibukan dan dunia baru yang kami alami membuat kami lupa dengan blog ini.. jangankan blog, netmeeting pun sudah kami tinggalkan bertahun-tahun yang lalu (alih alih ke grup BBM tentunya)

kesibukan dan dunia baru?
emang sesibuk apa? dunia apa? dunia lain?
bukaaaann… we’ve got new world now, kalau halaman author dibuka, bisa terlihat bahwa kami merupakan jongos IT yang bekerja dalam divisi dan institusi yang sama.. kini, institusi kami sudah ada yg berbeda, bliw-nanda-lilip masih berdarah biru, udit berdarah merah (emban garis keras).. udit masih bekerja dalam dunia IT, bliw sebagai supporter bisnis perbankan urusan rupa2, nanda-lilip malah jadi pencangkul pengais laba perbankan.. ya, dunia kami sudah berbeda sekarang

tapi itu bukan halangan kami untuk tidak saling berkomunikasi, walau tentunya ada kegilaan yang tertinggal di lantai 5 Bendungan Hilir.. and yes, we miss that kind of moment

ah.. cukup kata pembuka dari sayah, biar ketekers yang lain juga mengungkapkan isi udel masing2 juga..
kemarin grup BBM ketek ini tumbem plentang plentung, dari awalnya udit dan nanda kangen2an sampe akhirnya timbul ide utk menulis lagi dengan tema wisata kuliner dekat kantor masing2 .. ya, seperti yg dibilang tadi, kami sudah tidak bersama lagi, beda institusi, beda divisi, beda pekerjaan bahkan berbeda kota.. lilip di Medan, udit di Bandung, nanda di Semarang, bliw di Makassar.. roaming

let see, sayah mempunyai kantor di ujung utara Kota Medan, nyaris dekat dengan Pelabuhan Medan, tepatnya di daerah Marelan.. karena menurut saya di Marelan engga ada wisata kuliner yang menarik, mari kita bergeser sediiikiiitt ke Belawan.. tokh di tempat ini pula sayah menjamu tamu2 sayah (issshh gaya, sekarang acaranya jamu menamu.. bisnis mann, bisnissss *menatap nanar target*)
namanya Kantin Dharma Wanita, Apdel Belawan – Medan.. begitu tulisan di bon pembayaran dan plang papan namanya.. sedangkan diperijinannya tertulis Warung Seafood Sukardi, jadi sebut saja warung seafood Belawan yang letaknya di Jl. Indramayu
sebuah warung makanan spesialis ikan laut bakar.. selain menyediakan ikan laut, warung tersebut juga menyajikan bentuk masakan lain seperti asam manis. selain ikan laut yang bermacam2 jenisnya dengan ukuran yang lumayan jumbo (1 ekor ikan bisa untuk ber-2 atau 3 orang), warung makan ini pun menyediakan hidangan lain seperti cumi, kangkung cha dll..

tempatnya persis pinggir laut, dekat markas Kepolisian Air Belawan.. sehingga ketika menikmati hidangan laut, kita sambil dihembus smilir angin laut dan memandangi kapal-kapal yang sedang berlabuh atau berlayar.. tsaaaahh
untuk makanannya? hati2, porsinya jumbo (harga pun jumbo), silahkan menakar sendiri ukurannya. penyajiannya dibakar matang dengan kondisi ikan fresh tangkapan laut, sehingga terasa kelezatannya. ikan apa yg harus dipesan? entah lah, saya ga pernah mesan, tau2 ada di meja lalu kemudian disantap (kemudian mbayarin deh –‘)
negatif pointnya mungkin penyajiannya cukup memakan waktu, sehingga jika dalam kondisi terburu2, kurang cocok untuk mengunjungi warung makan ini

keren kan? makan seafood di pinggir laut, melihat kapal laut lalu lalang, merasakan semilir angin laut… sayah yakin postingan dan tempat wiskul  udit-nanda-bliw tidak sekeren ini *busungkan perut*

belawan

Dith wrote:

Wew.. dah lama bgt nih, ditodong nulis lg.. hakhakhakhak >> dari ketawanya aja dah tambah dewasa kan keliatannya. 5 taun bukan waktu yg singkat sbenernya, tp kenapa ngga berasa yah? *ngaca.
Eh, dalam 5 taun, kami sdh menghasilkan 5 printil anak yg lucu2.. horee ^^ insyaAlloh smua sehat ya dan terus bertambah jumlahnya :B
Seperti kata lilip, aq sekarang dah jd emban garis keras, iya deh gpp emban, yg penting tinggal sekota sama anak-suami #MamaPulangKampungNak & yg ngga kalah penting adalaaaah.. kotanya di bandung sodara2 ^^ Trus knp? sama macetnya? iya.. sama panasnya? iya.. tapiii.. lidah ini ngga bs dibohongin loh!! kuliner di bdg, jarang yg ngga enak :p mana coba sebut? eh eh, kcuali kuliner di dapur sendiri heheh, mungkin aja standar, krn #MamaMasihBelajarMasak

Di bandung, hampir di setiap sudut kota ada makanan yang unik&enak. Dari mulai makanan otentiknya seperti lotek-rujak ada juaranya, surabi? org jkt tau dimana la, baso2an? gudangnyaaah.. dari yg namanya baso urat – standar, baso alus – keknya haluuus banget gtu, baso alis – hiii.. tp ini beneran enak, namanya doang yg bikin hi, baso istighfar – basonya segede mangkoknya, baso tomat – basonya dibikin didalem kulit tomat, baso stroberi – diatas basonya ditaburin potongan stroberi, gmn rasanya gatau, tp yakin enak lah *jadi laper😦
Hmmm, jangan jauh2 deh, di sekitaran kantorku di asia afrika tu banyak juga yg enak2. sate padangnya yg dkt PLN enak, mie jogjanya, bahkan warteg2nya. Lip, km tau palaguna kan? udah buluk gitu kan, serem, dalemnya kyknya cocok tuk jadi kantor pusatnya Eyang Subur,inc. Tapi ngga disangka disisi deket sungai itu, ada warteg bu ucu,, hadeeeuuhh eta sambel bu ucuu..tiada dua! Oke stop.
Sbenernya yg pengen aq review itu warung durennya @belahdoeren yang ada di jl. Trunojoyo. Karena disana semua makanan serba duren ada. Pancake duren, duren saus vanila, risoles duren, sus duren, duren bakar.. ampuuuun.. Tapi apa daya, jauh dari kantor, jauh dari rumah n katanya laris manis abis, jd blm sempet nyobain kesana, trus klo dipaksain kesana, taunya keabisan, memble😦

Jadilah diputuskan tuk review mie aceh – pasti nanda-bliw-lilip mukanya gini😐 – itu lagi itu lagi –
Iya iyaa.. makanan favoritku memang itu2 aja, huh
Mie aceh ini adanya di foodcourt yogya kepatihan, kenapa pilihannya kesitu? krn skalian mo beli susu billy – yeyeyeyeye
Karena jalan kaki dari kantor kesana cukup bikin gontai, harus ada supportnya dunk. Jadi aq beli cimol. Gerobaknya standar, abangnya standar kumisan gitu, tapi cimolnyaaaaaaa.. waaaaaaa.. kenyel2 enyaaaaaaak, pedessss, asin gurih.. sebungkus @2rb cukup la tuk dimakan sambil jalan sampe foodcourt, trus mesen mie aceh, sampe mie acehnya dateng..

Nama standnya Dapur Atjeh klo ngga salah. Selain mienya, ada macem2 makanan standar aceh seperti roti cane, ini juga pasti nanda-bliw-lilip mukanya gini😐
Aq pesen mie tumis daging @17rb. Porsinya pas, ngga kurang & ngga kebanyakan. Dari rasanya, rempah bangeet, potongan dagingnya banyak, kuah nyemeknya pas, pedesnya huhahuhah, ditambah emping, acar bawang merah dan jeruk nipisnya wiiii.. curiga acar bawang merahnya yg bikin pengen nyuap dan nyuap lagi, karena paduan rasa acarnya yang kecut, ditambah dengan pedesnya mie aceh, bikin jadi pas gitu. Pelayanannya juga lumayan cepet loh, ngga nyampe 10 menit dah dateng. Enaknya makan di foodcourt, klo perut masih ada space, bisa nambah pesen cakwe semar, es campur oyen, somay, dimsum, rujak, tahu gejrot! bayangkan tahu gejrot yg bau itu masuk mall! beneran bau kan tahunya? bau khas gitu. heheh, tapi enak juga kok rasanya.

Intinya pemirsa, cerita makanan bandung itu ngga ada abisnya, mending kesini aja, coba sendiri.. yang udah pernah kesini, ayoo kesini lagi, dah banyak yang baru loh..

cimol bandung Astana Anyar-20130408-00093

Nanda wrote:

Horeee, akhirnya nulis lagi. Setelah sekian lama, hampir 5 tahun blog ini vakum akhirnya kita akan menghidupkan kembali ketekwarnawarni. Tema kali ini adalah wiskul di sekitar tempat kerja masing-masing. Ya, memang kita saat ini tidak di satu kota lagi. Dith di Bandung, Lilip di Medan, Bliw di Makasar, dan saya di Semarang. Kapan ya kita bs sekota lagi, sekantor lagi, sedivisi lagi? Ahh mimpi saya.But, it’s ok. Let’s find what we can share now..

Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah, berada di pinggir laut dan terkenal dengan suhunya yg panas. Karena dipinggir laut banyak makanan bertema Ikan disini, dan karena termasuk Jawa Tengah makanan disini didominasi dengan masakan manis. Ga seperti di Jogja atau Jakarta yang mayoritas penduduknya adalah perantau dimana masakan lokal bukanlah makanan favorit di resto atau rumah makan, di Semarang masakan khas Jawa Tengah masih menjadi raja disini. That’s what I like it!

Kembali ke masakan manis, mungkin dari 80 persen makanan disini rasanya ga pedas. Kalaupun pedas, sambalnya menurut saya kurang enak. Well, mungkin lidah saya yang belum beradaptasi, tapi kok rasanya saya belum menemukan sambal Semarang yang oke. Mayoritas masakan disini banyak mengandung kecap atau gula. Mulai dari baso, soto, nasi Pindang, ataupun masakan lainnya, saya merasakan ada campuran gulanya disitu. Emang sih perfectly blended but, it is sweet.

Ok, tapi kali ini tema tulisannya adalah kuliner yang seru di sekitar kantor. Ya, dibatasin sekitar kantor, kalau mau membahas kuliner Semarang pasti saya ga akan cukup menulis di 1 postingan, secara di Semarang banyak spot-spot menarik yang menurut saya recommended untuk dicoba. Kali ini saya akan membahas mengenai rumah makan Kepala Manyung Bu Fat. Bukan manyun loh, tapi manyung.

Apa itu manyung? Manyung adalah sejenis ikan yang sepertinya cuma ada di pantai daerah pantura, di Jkt ataupun di kota pelabuhan lain saya hampir belum pernah menemukan ikan sejenis ini. Kepala manyung berukuran besar, bisa 2 kalinya kepala kakap, makanya kita makan Cuma setengah kepala aja. Kepala manyung tersebut kemudian dibakar, diasap dan kemudian dimasak mangut. Mangut adalah nama masakan berkuah, biasanya isinya ikan asap, lele, belut ataupun kepala manyung tadi. Kuahnya pedas, bersantan encer, mirip seperti kuah sambal goreng tapi lebih strong rasanya. Rasanya enak banget.

Di Semarang banyak dijumpai rumah makan yang menyediakan kepala Manyung sebagai menu andalannya, salah satunya ya di Rumah Makan Bu Fat ini. Rumah makannya sederhana, bukan restoran mewah, tp yang jelas cukup hot karena non ac, ditambah pedasnya mangut dan ditambah cuaca Semarang yang sangat panas karena dekat dengan pantai. Cara makannya seperti makan kepala ikan seperti biasa, kita harus “turun tangan” untuk bisa menggapai daging ikan yang terselip diantara kerangka kepala ikan. Kita bisa dapat daging yang gurih dan manis, atau pipi ikan yang lembut, bahkan kulitnya yang sedikit terbakar tetapi cruchy. And I tell you, it tastes so good…Heaven🙂

Oh ya, harga 1 kepala manyung bervariasi, tergantung besar kecilnya kepala, kalau yang kecil ya 10ribu, tapi kalau yang gede bisa sampai 50 ribu. Ayo, yang mau ke Semarang saya sarankan cobain kepala manyung, dan rasakan sensasi makan kepala ikan yang berbeda.

kepala-manyungRM Kepala Manyung Bu Fat

Bliw wrote:

Sudah jadi tradisi di lingkungan tempatku kerja dan pasti ditempat kalian juga, kalo ada rekan yg tugas keluar daerah atau istilah dinasnya, SPJ, pas pulang mereka akan bawa buah tangan yang khas dari daerah yg mereka kunjungi tsb. Cemilan berupa Kacang mede, marning jagung, dodol, kerupuk, kue kering dan macam2nya sudah pasti ada di kantor paling engga seminggu sekali.
Hingga pada suatu pagi ada sosok menarik yang teronggok diatas meja salah satu rekan yang posisinya persis belakang mejaku. Sempat terbersit pikiran ” siapa nih yang tega berbuat nista di dalem kantor? diatas meja lagi, banyak lagi” tapi pikiran itu segera sirna pas aku liat wajah2 mengunyah yang tampak polos cenderung menikmati malah, yg berkumpul disekitar benda tersebut. Ow ini kue tho?,  kue kok ngga ada estetikanya sama sekali, entah apa yang ada dipikiran si penciptanya waktu sedang mengkreasikan kue tersebut, dugaanku dia pasti sedang “kebelet” berat waktu itu, udah warnanya gelap kemerahan, ada totol2nya kecil warna putih, bentuknya juga begitu banget. Ini benda sepertinya lebih cocok terapung-apung di sungai dari pada tersaji di atas meja, hehehe.
Trus aku ambil satu, dekatkan ke hidung, baunya ngga seperti yg aku duga, gigit dikit, ternyata manis dipadu aroma wijen jadi manisnya ngga bikin eneg, disusul gigitan berikutnya, dan lagi…. abis…, nyomot lagi, lancarrr : ) . Ladies and gentlemens perkenalkan kue dari  daratan Sulawesi disekitaran daerah Enrekang, Makale, Tanatoraja, dll (kalo ada yg belum kesebut, mohon maaf), ada yg bilang namanya kue merah karena memang dibuat dari gula merah, atau nama aslinya kue beppatori.
Kalo dipikir secara positif, mungkin ada makna yg ingin disampaikan oleh si pembuat kue,menurut kalian apa???  Kalo menurut saya, dia coba berpesan begini “kalian kalo makan wijen dikunyah yg halus ya biar ngga serupa dangan kue buatan saya!!” Sekian, terimakasih.

IMG-20130311-WA0000

 

Kuda dan Cinta (Eps-01)

daripada hiatus.. mening iseng2 bikin skenario sebuah keteknovela (telenovela ala gembel2 gembelengan) .. bagi siapapun yang hendak memfilmkan skenario ini, kami persilahkan dengan lapang dada seluas samudera …
mari kita simak sandiwara yang menarik ini

COVER CD

di sebuah ranch di pinggiran Mexico … pemilik ranch bernama Ny.Paulina punya mandor ranch bernama Juninho .. Juninho curiga terhadap Betty, emban pribadi Ny.Paulina, yang sering menyelundupkan pakan kuda2 Ny.Paulina ke ranch yg nyaris bangkrut milik Tuan Pedro
Continue Reading »

hiatus

ah ..
kami memang sedang hiatus … HIATUS

Q-Bic

postingan kali ini bercerita tentang kubikal (tempat duduk) masing2 di kantor .. enjoy

Lilip wrote :
baiklah.. setelah topik yg aneh2 sekarang kembali ke topik yg ‘normal’ ..
kali ini kita bahas sedikit mengenai Q-bic ato kubikal, istilah sok keren untuk menyebutkan meja kerja ..
inilah q-bic kami ..

kubik lilip
secara garis besar kami bagi qbic kami menjadi 4 bagian
sudut kanan
di sini tempat menyimpan segala sesuatu yg ada hubungannya sama hobi, antara lain memorabilia Perang Dunia ke-2 (salah satunya berupa medali Iron Cross) dan komik. selain itu pula di sudut kanan turut digantungkan gantungan kunci (baik hasil SPJ maupun dapet oleh2, antara laen dari Hongkong. Singapur, House of Sampoerna, Makassar, Belanda, Bali, Arab dan Kalimantan). di sudut kanan juga turut ditempatkan stationery yg tentu saja sudah dilabeli nama (klo ga gitu, ga dijamin barangnya awet dan exist) serta kalender meja. Di sudut kanan uga ditempatkan laptop, sebagai alat bantu kerja serta segala macam snack baik hasil menjarah, hasil rapat maupun menguras dompet sebagai PLO (Penangkis Lapar Orang)
sudut tengah
pindah ke tengah, ga terlalu banyak pernak pernik. yg paling gede ya monitor dan keyboard DELL ngejonghok di tengah siap2 diperkerjakan tiap harinya. di sebelah kanan monitor terdapat catatan2 kecil serta list to do today (yg sebetulnya sih ga pernah diliat2 lagi :B), selain catatan2 terdapat pula drum mini ENERVON-C yg ini untuk PHO (Penangkis Haus Orang), penampung aer dari galon. di sebelah kiri monitor, terdapat surat2 penugasan dari bagian/divisi lain untuk selanjutnya dikerjakan di monitor………. klo inget dan klo berkenan hehehehe pegawai macam apa kami ini?
sudut kiri
terdapat alat2 penunjang kerja, yaitu buku komputer, buku perang dan majalah kedirgantaraan (lhoo?).. kami memang punya cita2 buka bank heuseus militer kekekeke.. ga lupa juga salah satu benda yg paling berharga di kubik ini, CPU, CPU ku sayang CPU ku tempat surat, coding dll, cup cup cup … oya ada juga data2 dari unit kerja (saat ini ada 3 CD dan 1 tape drive yg belum diapa2in, males hahahaha) dan foto teman seangkatan…
bagian bawah
terdapat 1 loker/lemari tempat nyimpen amunisi (PLO), tissue (disimpen di bawah biar ga ada yg minta), semir sepatu, alat2 mandi, matras buat tidur, buku2 operasional aplikasi, alat2 makan serta tagihan kartu kredit dan slip gaji… hmm klo ga salah dulu nyimpen surat pengangkatan juga di sini, sekarang kemana ya? na lho na lho… ada juga golok cinta dan 3 pak kartu nama (sok penting walo ga pernah dibagi2)
di luar lemari terdapat modul2 training segede gaban yg sebenernya ga pernah dibaca.. tapi biar sok keren dan sok pinter dipampang aja di bawah :B, oya di bawah juga tempat nyimpen sendal klo ke mushola (1 pasang dapet nyomot dari hotel)

jadi begitulah …. ada keluhan? semau2 kami donk =P
yg pasti kami yakin qbic kamilah yg menyediakan barang2 paling lengkap di antara rekan2 yg lainnya .. mo nulis? ada stationery.. mo tidur? ada matras.. mo mandi? ada anduk dan alat mandi.. The Best Q-bic for sure

karena keterlambatan, rekan2 yg lain dikenakan KARTU KUNING,
yellow card
denda 1000/jam keterlambatan … :B

Nanda wrote :

Kubikan Lilip paling lengkap??!!!! BAH!!!………
………..
………..
………..
ya emang sih, dibandingin kubikal saya :B

Tapi lengkap gimana? gara-gara ada matras buat tidur? ada anduk buat mandi??
Lagian, siapaaaaa juga yang mau tidur di kantor kalo bisa tidur di kosan…
Siapaaa juga yang mau mandi di kantor kalo pas mandi bisa di intip sama Pak Tirwan si OB.
Saya mah ogah..

Punya saya memang ga lebih lengkap dan ga ada pernik-pernik yang dipajang kaya punya si Lilip, soalnya saya emang ga suka aneh-aneh sih. Saya suka minimalis. (lilip: minimalis ato emang ga punya pernik-pernik yang bisa dipajaaang? :B)
Punya lagiii, tapi saya simpen di laci, takut ada yang nyomot kalo saya pajang semua….

Ok, mari kita lihat kubikal saya.

  1. Ada PC saya, PC jadul ini peninggalan dari senior. Cukup berjasa selama saya blum punya leptop. Sebenernya dari segi hardware masih bagus sih, tapi monitornyaaaa…. be be be be…..kalau mau pakai kacamata minus, saya sarankan menggunakan monitor ini minim sejam deh tiap hari. Dijamin mata langsung minus dengan peningkatan yang cukup signifikan…
  2. Dibawah PC ada buku-buku dan nota dinas yang kalau di perusahaan saya, amat berguna di masa depan, takut ditanyain audit kaloa ada apa-apa…
  3. Dikolong, ada sepasang slepers dari hotel manaaa gt (dah lupa saking banyaknya sleepers yang selalu diambil kalo berkunjung di hotel), 2 pasang sepatu item (dipake kalo pas miting doang), dan 1 pasang sepatu jalan warna coklat yang bisa dibuat lari-lari kalo pas telat.
  4. Di meja sebelah PC ada ‘pajangan’ dari orang-orang tersayang (hoek!!). Disebelahnya ada buku, cd, dan beberapa surat-surat yang sering diakses dan udah ga muat lagi kalo ditaro di kolong.
  5. Leptop kantor yang boleh saya pelihara. Ni Leptop menggantikan mac saya yang saya rumahkan karena sudah ada leptop ini buat pengganti PC saya. Sedih deh, soalnya mouse saya ngga cocok banget sama leptopnya. Mouse saya ini saya beli buat mac saya yang warna putih sementara leptop saya warnanya item. Ngga cocok banget kan??😦
  6. Telpon yang meskipun cuma bisa telp lokal tapi lumayan kalo buat telpun-telpun user sambil kerja.
  7. Di depan leptop tuh ada diagram-diagram tabel database yang sok-sokan aja dipajang. Kadang dilihat, kadang dilirik, kadang ditunjuk-tunjuk kalo pas dilihat boss saya. Biar keliatan kerja gitu, hehehehe….

Trus saya juga punya laci loh, kaya punya si Lilip, posisinya juga mirip, di ujung kanan bawah gitu.
Mau tau isinya? ngga kalah lengkap kaya punya si Lilip.

  • Ada bantal empuk.
  • Mangkuk, beberapa gelas dengan berbagai ukuran, beberapa sendok plastik yang masih dipelihara (bekas beli bubur), sendok-garpu milamin dan sendok besi.
  • Ada juga permen, penyegar, biskuit, susu, pop mi, gula, obat sakit kepala, obat flu, tisu sampe teh pelarut lemak (biasanya diminum kl abis makan daging banyak :B)
  • Peralatan kecantikan: mulai dari handbody, kaca, sisir, bedak, parfum, lipstik (oops, yg itu adanya di tas :B).

Jadi, lengkapan mana, punya Lilip ato punya saya?
Hmmm…. kita tunggu postingan dari 2 ketek yang lain aja dulu….

Udit wrote :
Paling seneng deh ditantang bangga-banggaan kubik.Kenapa?Hmmm, simpulin aja sendiri ya.. yieuuu..

Q-bic Dith
Kiri Atas – Monitor yg emang cuma satu, paling enak dipandang & dipamer2in ke orang2..secara, wallpapernya penuh dengan pose ka ibil dari mulai didalem perut sampe sekarang yang dah bs garuk2 kepala sendiri, treus ada seonggok teddybear named Qiew, yg setia tengkurep di atas monitor nutupin stiker ”HelpDesk TSI” yg menurutku kurang asik diliat, eh.. di slempitan monitor & CPU ada si kucel Lilo, mantan gantungan kunci ajaib yg ngga ilang2 dari jaman kuliah dulu.. disebrangnya ada mousepad merah nyala – cuma untuk garnish aja sih, biar sah klo disitu tempat gesek2 mouse :B
Kanan Atas – Disamping monitor ada 2 buah bindex yg penuh sama surat2, notadinas2 yg dah aq klasifikasiin dengan label: ’pribadi’, ’untuk diketahui’, ’calon IPR’, ’arsip’, ’lain2’. Trus ada 1 bantex yg isinya notadinas2 keluaran 2008 yang welldone (ngga perlu diliat2 lg isinya), trus sisanya sampe ke ujung adalah modul2 training AS400 yg sangat lengkap, tertata rapi sengaja dipamerin & ngga pernah dibaca, ehehehe.. Didepan susunan modul, ada tumpukan notadinas setinggi bolonger gede (liat dengan mata kepala sendiri kan?) )yang tindaklanjutnya semau gw, alias mmmm.. aq koleksi aja kali ya.. kekekeke (pssst!!!!) ngga ding! Itu tebelnya krn di tumpukan bawahnya ada majalah cosmo! See?! Coba perhatiin lg.. (Lip:tetep aja tebel dul!)
Kiri Bawah – sbenernya ini adalah area ngga jelas, krn segalanya ada. Aq namain aja jd DUTSERBA (sudut serba ada). Di dutserba bagian atas ini ada tekogede tempat nimbun aer klo pagi yg pastinya akan membuat para peminum lainnya kehausan, masih merasa kurang rakus aer, aq tambah pake tempat minum nyentrik ”cocacola” oleh2 ayahnya Billy dari Holland America Line yg isinya.. aer juga sih.. Trus ada tempat ATK yg lumayan lengkap lah.. emang masih kalah lengkap sih klo dibanding punya lilip :B yg sampe ada 3 tusuk sate ayam yg dah pada keras, hiiiii..Trus di sudut tersusun buku2 agenda, buku2 bacaan (formalitas), kamus, koleksi tagihan creditcard yg slalu nihil.. hahaha.. untuk apa ngapply dunk Bu? & juga ada nyempil vaseline lotion- Owh!! hampir lupa.. kertas yg aq tempel di belakang teko itu isinya inventarisasi proyeknya PSR, biar inget.. eling.. sadar, nyebut, klo aq disini tuh kerja kerja kerja!! Tp sbenernya yg bikin sadar, teteup.. ada foto Billy the kid, sang motivator yg lagi jebi.. Anything 4 u, my boy!
Kanan Bawah – ini adalah laci yg letaknya di dutserba bagian bawah.. laci pertama (yg paling tipis) isinya stok ATK, kumpulan oleh2 gantungan kunci, pinsil warna, mp3 player, kartunama, kabel data & berbagai earphone. Laci kedua (yg tebelnya medium) isinya campuran antara makanan, obat2an, peralatan makan & kosmetik.. wew.. jd ada teh 2 tang, sumpit, ponds perfect care, natur-E, cheesestick rasa Garnier skin naturals, semprong aroma whitemusk, makaroni asiiiiin pisan!!, sendok, garpu, dan.. mmmm.. kyknya ada yg kurang deh.. MANGKOK!!! (Nandul!! Balikin mangkok gw!!). Laci paling bawah & supertebel dipake tempat tas kerja, sepatu, buku2, tissue, payung & segalanya yg lg mau disembunyiin :B

Dibanding kubiknya Lilip & Nandul, terlihat kan klo aq lebih serius kerja. Ngga ada bantal empuk apalagi matras buat tidur.. wew.. coba qta liat kubiknya Bliw.. (bukan kubik kaliya.. lebih tepatnya meja kerja kaki mekangkangnya Bliw, xixixi)

bliw wrote :

Kalo bala ketek yang lain pada menyombongkan kubikal masing2 baik yang secara terang2an dan bersemangat sampai lubang hidungnya kembang kuncup, dan yang ikut2an karena krisis kreatifitas :B, ataupun yang disamar2kan biar ngga dibilang sombong, huh! , berbeda sama aku yang ngga punya sesuatu untuk di banggakan, terlalu memprihatinkan untuk diceritakan terlalu sendu untuk digurau.

Kebetulan karena keterbatasan ruang dan jumlah personel yang banyak , maka desain interior ruangan dirombak dengan signifikan, sekat2 yang membentuk kubikal dihilangkan yang tersisa adalah sekat berukuran besar yang sekaligus menampung banyak orang di dalamnya, macam kandang babon gitu lah (tolong Nanda jangan tersinggung, kalo Lilip silahkan tersinggung, lho ?!). Kalo kamu pernah makan di warteg, nah meja kerja kita mirip kayak orang lagi makan disana, satu meja panjang di tiap sisi ruangan.

Posisiku sendiri diapit dua orang yang postur badannya ngga main-main, Reza dan Gunawan, yang satu cowok paling berat bobotnya dan satu lagi cowok paling jangkung di angkatanku, hal ini lah yang kadang kala bikin aku merasa bagai selembar keju di dalam sepotong burger “Big Mac”.

Kubik Kibliw -1

Yang unik, tepat di bawah mejaku ada sebuah laci besi kuno rampasan perang Jepang, bentuknya kotak besar, desain kaku, berat, ngga ada rodanya, ngga ada gambar, grafis apalagi foto artis, sama sekali jauh dari nilai estetika. Laci ini lah yang membuatku harus meregang paha delapan jam sehari, lima hari seminggu (lihat aja di fotonya), tapi aku ngga mau kalah, kujadiin dia tatakan kibord dan berkas2 nodin ngga jelas (you spread my leg, i put a silly hat on you, it seems even). Si Udit suka ketawa kalo liat aku lagi “mekangkang” di depan PC ku, kenapa dith?, kamu jadi teringat masa2 check-up kak Billy dulu yah? huehehe, piss bu. Tapi yang menyebalkan lagi dari penderitaan ini adalah tu laci bukan punyaku, jadi aku dianiyaya oleh barang yang bukan milikku ..hu hu hu.. hahaha hihii.. (nangis apa gila mas?)

Kubikal kibliw-2

Sebuah gambaran ruang kerja dimana privasi bukan lagi mejadi tuntutan, justru sarat dengan jalinan komunikasi yang kerap diwarnai kontak fisik segala. Aku tau situs2 dewasa yang biasa dikunjungi Reza, aku tau kalo Gunawan bergulat dengan komputer pasti ngga jauh2 dari Ijin Prinsip, dan mreka tau siapa2 teman chatingku. Tapi aku masih bisa bersyukur walau dengan keadaan seperti ini, masih banyak di luar sana yang tidak bisa menikmati bekerja di belakang meja, seperti: artis, model, atlet renang, atlet balap kuda, kudanya,… &#^*&^%??

Eh tapi denger2 bulan depan layout ruanganku mau berubah lagi, SDM mewajibkan staff bekerja dalam kubikal.. saat itu berakhirlah masa2 mekangkang… 🙂


Yang pake kemeja merah bilang :
Sdr. Kibliw YTB (Yang TerBoneng)..Selamat Bonus udah turun!..Selamat menempuh hidup baru!.. :B Selamat ultah deng, mudah2an saya sehat2 saja, mudah2an saya baik2 saja,mudah2an saya tidak kekurangan apapun sehingga bisa mendoakan sdr.Bliw sgl sesuatu yg terbaik, aminnnn

Yang pake blazer coklat bilang :
kiBliw Rojolele, met ultah ya.. smoga sisa umur km yg ngga berapa lama lagi ini, bs km manfaatin utk hal hal yang mustahil, semoga km tetep jd makhluk ajaib yg setia ngeboneng bareng qta2 ya..

Yang pake blazer item bilang :
Bliw, kamu pundung ya? ko ga jadi upload soal postingan Silver Boyz? Kita ga lupa sama kamu ko Bliw, met ultah ya…Semoga Berjaya di Udara, Air dan Darat….

… POSTINGAN KALI INI TERTUTUP UTK KIBLIW, KECUALI MAKAN2 DULU :B…….

… postingan kali ini mengemukakan ide andaikan aku jadi [something]. [something] sendiri diisi berdasarkan penugasan ketek satu ke ketek lainnya, berdasarkan alphabet. Bliw-Dith-Lilip-Nanda-Bliw, jadi Bliw nyuruh Dith membuat tulisan andaikan aku jadi [something], Dith ke Lilip dst … postingan kali ini juga dihadiri oleh seorang bintang tamu …
ANDAIKAN AKU .........

lilip wrote :
huahahahaha…
tugas yang paling mudah!

andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra!
andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra … asik donk, bisa ikut2 Olga kesana kesini, Olga nge-MC di Manado ikut ke Manado, Olga ada acara di Australia ikut ke Australia ..
andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra … asik donk, bisa sering2 ketemu artis, bisa ketemu Agnes Monica yg katanya sohib deketnya Olga. bahkan mungkin klo ngerias Olga dengan OK, artis2 lain jadi tertarik untuk pake jasa kami dan klo udah banyak yg make … asik donk, jadi kaya, bisa bikin salon sendiri, buka usaha sendiri, punya warung baso, dan bahkan mungkin ngeluncurin produk sendiri kayak Rudy Hadisoewarno ato klo salonnya udah banyak bisa bikin sekolah merias dan potong rambut sehingga kekayaan makin menumpuk .. asik donk, klo kekayaan makin menumpuk bisa bikin toko roti ato toko donat kayak Jhonny Andrean .. asik donk, someday ada Lip.Co ato Bread Lipz

pokonya asik donk… paling asik deh ketimbang jadi pengrajin koteka ato asisten Mak Errot ato tukang obat kuat ato anggota Silver Boyz ……………..

udit wrote :
Setelah kurang lebih seminggu disini kering postingan, ditambah kasus si kampret sang penyusup komen gembelengan yg sempet bikin qta merah padam (qta? aq kali.. hehe..) akhirnya, muncul ide untuk bikin postingan ini: Menulis dengan tema “Seandainya aku menjadi…
Gembelnya, tiap orang ngga bs nentuin sendiri titik2nya.. tapi ditentuin dan ditunjuk secara mutlak sm teman setianya.. bweewww!!! Jadilah Aq ngisi titik2nya si Lilip, Lilip nunjuk titik2nya si Nanda, Nanda maten titik2nya Bliw & kiBliw (si teman setia) mengarang secara membabibuta penuh kemenangan untuk ngisi titik2nya aq.. Hmmm… ok… Let’s see..

1… 2… 3… Bliw nyuruh aq jd ASISTENNYA MA’ EROT.. wew.. detik itu juga dunia serasa mengecil, ciut.. ciut.. ngga ada ide gila sama sekali.. ngga berani.. yg ada di pikiranku cuma ”Gimana klo ayah baca blog ini ya..” hehe..
Akhirnya dengan kekuasaanku yang super, aq minta Bliw bikin titik2 yg lain, yg lebih ’make sense’ untuk ibu muda nan jelita ini..heheheh…eh, entah gmn si kiBliw mau bertekuk lutut & titik2 itu berpindah ke tangan BINTANG TAMU QTA KALI INI.. (hai Ndre  km pasti seneng ya..congrats!!)
&..Bliw ngasih aq pilihan yg didasari oleh rasa bersalahnya yg segede cuma upil. Aq disuruh jd PENGRAJIN KOTEKA.. hmmm.. ngga jauh2 deh pikirannya ..tp.. blm juga sempet mikir cari2 ide, rasa bersalahnya si kiBliw membesar jd segede udel. Sedetik kemudian Bliw nyuruh aq jd PAWANG UJAN.. Well, dipikir2, jd pawang ujan apa enaknya sih..

Jadi, qta mulai aja.. siapa takut weeee :B

KOTEKA adalah penutup bagian khusus alat kelamin pria yg dipakai beberapa suku bangsa di Papua. Koteka tradisional yang selama ini ada di Papua terbuat dari buah labu tua yang dibuang isi dan bijinya kemudian dijemur sampai kering. Ada berbagai macam ukuran koteka, tergantung besar kecilnya kondisi fisik pegguna. Bagi pria berwibawa dan terkenal, koteka harus besar dan panjang. Banyak juga pria biasa yang menggunakan koteka berukuran besar untuk aksesoris semata. Keterampilan membuat koteka diperoleh secara turun temurun oleh kaum pria Papua. Jika usia sudah menginjak 5 tahun, maka pemakaian koteka mulai diharuskan. Saat ini kampanye antikoteka banyak digalakkan untuk mengurangi penggunaan koteka di masyarakat Papua. Padahal, menurut suku2 di Papua, koteka merupakan pakaian layak, seperti pakaian adat kebanggaan suku2 lain di indonesia. (disadur dari kompas.com 25/02/05)
Jd ..SEANDAINYA AQ MENJADI PENGRAJIN KOTEKA, AQ AKAN melawan kampanye itu & membuat koteka lebih modern & memasyarakat, diantaranya dengan :

  1. Menggunakan bahan dasar pembuatan koteka yang bervariasi. Mulai dari bahan yg original (buah labu tua), kulit lembu klo mau agak hangat, kulit ular & kulit buaya klo mau agak nyentrik, kulit sintetis yang terjangkau harganya, silikon yang elastis, kayu jati yang elegan, kayu cendana biar wangi, daun pisang untuk efek natural, daun pepaya biar empuk, lho?! Ehehe.. pokoknya berbagai bahan yg memungkinkan lah..
  2. Membuat bermacam2 pilihan bentuk dan ukuran. Akan disediakan ukuran anak-anak sampai orang dewasa. Dan akan tersedia berbagai pilihan bentuk, mulai dari bentuk lurus panjang seperti aslinya, bentuk spiral, bentuk buntet seperti cabe gendot, bentuk cabang dua.. pokoknya terserah permintaan konsumen.
  3. Memperalat pengrajin ukiran jepara, batik pekalongan, bordir tasikmalaya & pengrajin woodcarving di bali, untuk meramaikan motif koteka dari berbagai bahan, bentuk dan ukuran di atas.

Untuk mendukung langgengnya usahaku, aq juga akan :

  1. Membuka bengkel perawatan & perbaikan koteka, termasuk di dalamnya servis dry clean.
  2. Membuka tempat penyewaan koteka untuk berbagai keperluan. Dari mulai acara formal, non formal (santai), acara berburu, olahraga, bermain ice skating, dll.
  3. Membuka outlet yang menjual dan memberikan servis perawatan & perbaikan koteka di berbagai kota besar di Indonesia.
  4. Membuka outlet souvenir di berbagai kota besar di dunia untuk lebih memperkenalkan koteka di mata dunia.
  5. Menyediakan forum pengguna koteka sehingga berbagai macam ide, saran, pengalaman menarik dan keluhan, dari setiap pengguna dapat ditampung secara positif.

Sekian…

nanda wrote :

Kalau saya jadi tukang obat kuat, saya ngga akan pusing-pusing. Saya paling bikin iklan di papan trus saya pasang di tempat pariwisata, di Tanah Lot misalnya, biar bisa dilihat sama turis kaya begini:

*konten dijiplak persis dari koran, jadi kalau emang sama ya…namanya juga dijiplak…*

bliw wrote :

Jadi aku ditantang berandai-andai “kalo aku anggota Silver Boys” nih?, sapa takut? yiuuu…

Pertama aku mau membayangkan dulu pakaian kebangsaan yang akan dikenakan saat menggeliat-geliat diatas panggung nanti, di depan sejuta tatapan mata yang hanya bisa menenggak liur menahan hasrat saat melihat aksi yang pastinya sangat spektakuler dan fantastis (mode PeDe bin congkak: ON).

Sepatu hak tinggi? hmm sudah terlalu lumrah, kurang tinggi menurutku, jadi akan kuganti dengan “egrang” sekalian, yess.. sekarang aku dua meter lebih tinggi dari yang lain. Stocking jaring? cuihh.. kurang hot, gantinya akan dipakai stocking motif batik Pekalongan yang dipesan eksklusif dari Danar Hadi, dijamin tidak bakal ada yang menyamai, tapi renda2 dibagian pangkalnya dibiarkan saja supaya efek menggelitiknya sesekali tetap terasa, dan satu lagi ada buntut kelinci warna putih kepink2an nemplok di bokong yang akan bikin penonton tambah gemes. Rok mini rumbai2 selutut? sedikit diatas lutut? sepaha? atau sepantat? akan kubuat yang lebih ekstrim.. sepuser !!! (bisa bayangin ngga betapa mininya? udah jangan dibayangin ntar situ ngeces..). Untuk dibagian badan.. hmm aku udah mulai ilfil sendiri membayangkan yang akan dipakai, yang jelas ngga akan pakai “kemben”, takut kejadian kayak yang dialami rekan artis dulu, ntar malah pada kaget trus bilang “glek, baru liat susu kayak gini” , mending nanti sajalah jahit sendiri dari kain sisa gorden di rumah. Selanjutnya glove berbahan sutra ungu akan mempercantik kedua tangan yang sudah terlanjur “kekar” ini (maklum dulu pernah nyambi jadi tukang becak, ……ngegenjotnya pakai tangan!! ). Di bagian leher akan melilit kalung buldog dengan duri2 besinya, mudah2an bleki mau minjemin barang sehari saja, ntar jatah biskuitnya ditambahin sebutir lagi (“prettt… pelit amat “, kata bleki).

Sebagai pengagum berat “ibu Kita Kartini, istri dari bapak kita Kartono”, akan kusingkirkan sejenak wig-wig warna warni warisan nenek yang mantan juara cheer leader sekecamatan itu, gantinya segumpal konde hitam legam akan bertahta di kepala, tidak lupa untaian dari bunga melati dan bunga kol yang dironce-ronce. Di bagian wajah tidak akan banyak dipoles karena kata mamanya si Loren, wajah ini sudah rupawan dari sananya dan juga sangat fleksibel mengikuti suasana acara, di saat butuh feminin …Sandra Dewi sekalipun akan bertekuk lutut (pas doi lagi ngiket tali sepatu), saat dalam suasana macho …artis sekelas Primus pun lewaaat (pas ane lagi dipinggir jalan mo nyetop angkot) dan jika harus tampil edan.. Aming pun akan dibuat sebegitu shock-nya hingga badannya kurus (catet: Aming kurus bukan karena cacingan, tapi karena shock..). Oh iya, “syal bulu” seperti yang biasa dipakai manggung anak-anak Silever Boys mending disimpen aja di rumah buat kemoceng, karena semua orang juga tau bahwa: “kita tidak pernah butuh syal bulu untuk mendongkrak penampilan, ketika mengetahui ternyata bulu-bulu ketek yang tumbuh telah berkibar jauh lebih cantik dan atraktif..”

Setelah puas melepas dahaga para penggemar, target selanjutanya adalah mengambil alih tampuk pimpinan yang saat ini masih dipegang Tata Dado. Dengan kemampuan mempengaruhi anggota lainnya (disogok pake semangkok Indomie telor) dan sedikit intrik2 yang tidak mungkin dibeberkan disini (karena memang belum kepikiran), yakin ngga sampai sebulan misi ini sudah bisa terwujud…

ps: maaf untuk Udith yang sudah lebih dulu shock ditodong dengan profesi yang sangat “unik” sampe memelas2 minta ganti,hehehe, thanks to Nanda atas tantangannya, aku tahu kamu sangat mengidolakan Silver Boys, kamu pernah mengigaukan mreka dalam tidurmu, dan thanks banget buat Lilip (ideku jadi begitu mudah mengalir cukup dengan membayangkan kamu sebagai modelnya…)

PUASSSSSS……. (”,)v

  • hue hue hue… kabuuurrr..ngacir

Lilip wrote:

si kibliw ini ..
sekalinya ngasi ide soal topik postingan la ko malah tentang hantu?
ya sudah .. lets talk about mistery …

dari rumah di Bandung dulu, rumah itu nempatin 2x yg pertama di Jl.Pajajaran yg kedua di ujung berung .. yg di jl.Pajajaran kebetulan rumah jaman kompeni dulu di paviliunnya ditulis ANNO 1928. Sebetulnya nyeremin sih, ada gudang yg selalu digembok, ada sumur mati yg ditutup cuman namanya masih kecil yaa ga ngerti soal hantu2an gitu. Cuman denger kabar dari sepupu yg skarang nempatin rumah tsb, di deket gudang tsb suka kedenger orang ngobrol, di deket sumur suka kedenger orang lg nangis wew .. rumah sekarang di Ujung Berung, di sini juga alhamdulillah ga pernah ngalamin kejadian misterius, hanya saja denger kabar klo kawasan itu dulunya hutan tempat buang2in korban kriminalitas, jadi kawasan rumah tu sebetulnya angker. Ini dialamin sendiri sama mahasiswanya si mamah waktu mau bimbingan, udah dibilang sama si mamah “klo udah malem lewat jalan besar aja, jangan motong ke sawah” ee bandel, akibatnya pas nyampe rumah itu mahasiswa pucet pasi, pas ditanya kenapa, dia bilang abis papasan sama anak kecil yg pinggang ke bawahnya ular……….. wedew jangan2 anaknya Nyi Blorong ………

SD …… bangunan peninggalan Belanda juga, banyak kejadian misterius di sini. Salah satunya waktu kelas 6 satu SD heboh abis, gara2 di kelas 4-nya si guru beserta 2 muridnya shock dan pingsan, gara2nya si guru dan murid “katanya” ngeliat tangan terbang di atas kelas (jadi inget IDLE HAND-nya Devon Sava). Nahhh di SD inilah salah satu pengalaman misterius yg keinget, pas mo pipis buru2 lari ke toilet, klo ga salah di tempat cowok itu toiletnya ada 3 kamer mandi, yg 2 baknya kosong, mo pake 1 lagi ada orangnya diketok pintunya bales ngetok dan jelas banged kedenger lagi cebok, ditungguin bentar lha kok pintunya mbuka sendiri dannnn di dalemnya kosong ga ada sapa2!!! langsung deh balik ke kelas dan lupa mo pipis… untung ga ngompol

SMP .. ga ada yg menarik, cerita misteri juga ga pernah denger …

SMA .. sama aja kayak SMP, denger2 sih di lab kimia-nya suka kedenger denting piano.. tapi keknya biasa2 aja tuh lab.. yg ada malah kejadian di luar sekolah, inget waktu pulang pemantapan pas kelas 3 sampe magrib gitu, lewat sebuah gang ngeliat bapak2 jalannya kok melayang kayak ringan gitu, walahhh pas di liat ko ga ada kakinya, langsung ngibrit deh …. hmm oya, jadi keinget kejadian waktu wisata ke Pelabuhan Ratu, waktu kelas mogok dan enggan pergi dari Pelabuhan Ratu karena diskriminasi dari pihak sekolah (makanan selalu dibagikan terakhir, kelas paling besar tapi bus dikasi yg kecil dan jelek dsb), kita diem di cottage enggan berangkat (walo guru sudah nego berkali2 dan kita akan diberikan kompensasi), bett! tiba2 listrik mati, waktu itu yg diem dalam cottage cuman aldi sendiri, suddenly kaki nabrak orang yg lagi duduk “eh sori, gelap nih gw ga liat” kampret tu orang ga bales ngomong apapun pyarr! listrik nyala lagi, posisi badan waktu itu pas di pintu cottage jadi waktu listrik nyala ko ngeliat smua temen kelas pada di luar? pas balik badan mo ngeliat siapa yg duduk …………………………….. di dalem cottage kosong melompong

kuliah .. bangunan boleh samping BIP, tapi cerita angkernya ini kampus banyak banged .. dari cerita2 orang katanya lorong menuju ruang dosen itu tempat paling angker, suka ada cewe berambut panjang berbaju putih yaaa macem Sadako gitu lah, cuman yg ini berdiri .. naahh di kuliah juga sempet ngalamin kejadian misterius gitu, ceritanya waktu masi jadi asisten lab, kebetulan lg setting jaringan ampe malem (jam 11) pas mo pulang di lab tetangga (lab kami lab Internet, tetangga Programming-II) kedenger kek suara orang ngobrol, langkah kaki dan yg paling ngagetin suara meja digebrak.. pas ngintip ke lab sebelah (ada ventilasi yg nghubungin 2 lab) itu lab kosong melompong ga ada orangnya, hehehehe langsung langkah 1000 deh

tempat kerja .. di tempat kerja yg pertama keknya biasa2 aja .. di tempat kerja yg kedua, yaaa namanya pabrik tekstil pertama di Bandung, gedung2 tua pasti banyak lah cerita misterinya dari penampakan pocong sampe ke kuntilanak (apalagi klo di gudang2 gitu), tapi alhamdulillah ga pernah ngalamin yg aneh .. di tempat kerja yg sekarang, denger2 sih dulu di lt.1-nya angker banged, bahkan sangat tidak disarankan untuk lembur sendirian di tempat ini. Kejadian misterius dialami waktu lembur taun lalu, pas tidur di sofa yg ada di ruang salah satu kabag, tiba2 bletak! ada yg nyambit pake batu segede kuku jempol .. batu dari mana coba? padahal di bagian situ ga ada orang sama sekali………

panjang kali postingannya
yah namanya juga cerita pengalaman misteri ..

Udit wrote:

Suatu sore di tahun 1990-an..

Uti & Ugi : udiiiiith… udiiiiiiiiiith… maen yuuu…

Aq : *ngintip dari balik jendela – Ma, dith maen ya..

Mama : pake sendal!!

Diluar rumah…

Uti : eh dith dith tau ngga! dirumahnya si Lenti ada buta lho, km mau liat? serem deh hiiiiiiii.. liat yuk!! saya sama Ugi udah liat tadi.. serem banget tau!! ayooo cepetan!!

Aq : *bengong sambil terseret-seret.

Sesampainya di rumah Lenti (cieee.. jd kerasa jauh ya, padahal cuman beda 3 rumah, hehe)

Ugi : Len, ni Yudithnya..

Aq : emang kalian dah pada liat ya? Kayak apa sih? Segede apa?

Uti : pokoknya gedeeeeeee banget! Tp dia ngga papa kok.. Cuma bisa diliat aja.. ngga akan jahat sama kita..

Lenti : tapi liatnya musti pake gelas dith..

Dith : pake gelas gimana? *bingung tapi penasaran pengen liat.

Ugi langsung ngasih satu gelas kosong ke aq.

Ugi : nih, telungkupin di tembok, pegang pake dua tangan, trus km liat dari pantat gelasnya.. kyk neropong gitu..

Dith : bener nih dia ngga akan jahat sama qta? *dalam hatiku ’siapa takut! Aq gtuloh!’ sambil mulai memeragakan perintah Ugi.

Lenti : engga.. engga.. Cuma liat aja kok.. tapi baru bisa keliatan klo km pake empat gelas lagi Dith.. Mana gelas yg lain Ti?

Hmmm..

Aq deskripsiin keadaannya dulu ya.

Saat itu posisiku udah sempurna: kedua tangan memegang satu gelas kuat2, siap meneropong menembus tembok. Menunggu makhluk seperti apakah yang ada di balik tembok itu.. Aq teropong samar-samar.. memang masih belum kelihatan sih.. masih tembok putih biasa.. & aq ngga deq degan lho!!! *bangga.. kekeke..

Trus Uti datang bawa empat gelas kosong yang spertinya dah disiapin sebelumnya. Satu per satu dia kasih ke Lenti, sementara Lenti memasangnya satu per satu (posisinya yang sama dengan gelas pertama: telungkup di tembok), dengan masing2 pantat gelas ditempel ke:

1. siku tangan kananku,

2. siku tangan kiriku,

3. lutut kaki kananku,

4. lutut kaki kiriku…

AND.. PERFECTO!! AQ NGGA BS GERAK SAMA SEKALIIIIIIIIIII!!!!

Disitu aq dah ngga penasaran lagi sama si Buta Gembel, krn aq liat gerakan si Lenti, Uti & Ugi yang mulai tertawa termehek-mehek kelepek-kelepek semelekete..

Gembelengan!!… mreka ngerjain aq!!

Gimana engga!! udah musti nahan lima gelas sekaligus dengan posisi yang ngga bs gerak sama sekali, masih diketawain pula! Sakit hati banget! Pengen maraaaaaaaaaahhhhrrrrrrrghhhh!!

Kebayang ngga sih sama kalian posisi konyolku? Menghadap tembok dengan kedua siku merentang sempurna menahan gelas-gelas kaca (halah), kedua lutut agak menekuk kedepan menahan sekuatnya dua gelas sisanya yang murahan itu! Murah sih murah, tapi tetep aja takut pecah! bukan gelas punya sendiri soalnya, punya mamanya Lenti L huuuuuuu…Tanteerrrrghhhh!!!! Anakmu iniiiirrrghhh!!!!

KURANG AJAR SEKALI TEMEN2KU ITU!!

GILE, DENDAMNYA MASIH MEMBARA SAMPE SEKARANG BO!!

HAHAHAHA..

Nanda wrote:

Dear Ketekwarnawarni,

Kalau mo bahas soal yang spoky2 atau yang screamy2 gitu ko saya males ya? Secara saya tuh sebenernya penakut, jadi selama ini saya mencoba untuk tidak memikirkan hal2 seperti itu dan menjauhkan diri dari hal2 yg berbau seperti itu, jadinya saya ya kurang pengalaman dalam hal seperti itu….(sekali lagi bilang “itu”, nanda dapet gelas cantik yang seperti itu….halah!!)

…………..

…………..

Sekarang udah jam 11.14 malem pas saya nulis ini, saya mencoba mengigat dan membayangkan hal2 seperti itu, tapi tetep aja ga ketangkep apapun soal hal itu. Jadi saya memutuskan untuk tidak menceritakan apapun soal hal itu. Kepada Udit dan Lilip, saya minta maaf kalo ga bisa cerita, but at least saya bikin postingan, ga seperti si Kiblie (saat tulisan ini ditulis, si Kiblie belum ngumpulin postingannya).

Ok, gitu dulu, paling tidak saya dapet gelas cantik gara2 kebanyakan bilang “itu”. Thanks!

Bliw wrote:

Cihuy, mantap Aldi.. you’ve menaged to make me read your post blinkless. Jujur aja aku ini sebenernya penakut untuk soal yang gaib2, mistik, hantu dan sekitarnya, tapi selalu penasaran dan ingin tahu cerita dan pengalaman orang2. sudah menjadi sifat dasar manusia yang memiliki rasa penasaran dan ingin tau, itulah yang membawa manusia berjalan hingga mencapai peradaban seperti saat ini. Termasuk keingintahuan akan hal2 gaib, hal2 yang tidak kasat oleh mata, yang mungkin bagi beberapa orang dianggap menyeramkan, tapi justru menyenangkan bagi yang lainnya.

Katanya untuk lihat hal-hal semacam itu hanya orang tertentu yang bisa, orang yang punya kekuatan lebih pada indra keenamnya, apakah kemampuan itu anugrah, karunia, atau justru kutukan? Hmm buat aku makasih deh, lagi pula aku juga sudah punya enam indra (nama ane ada indra2nya gitu deh😛 )

Dulu aku punya temen yang bisa lihat bahkan berkomunikasi dengan segala macem hal2 gaib disekitarnya, anaknya pinter, komunikasi dan bicaranya bagus, dan dia seorang cewek, intinya tuh dia berhasil meyakinkan kami bahwa dia memang tidak berbohong dengan cerita2nya. Dia ngasih tau kita makhluk2 yang ada di setiap sudut ruang kelas, penampakan2 disepanjang jalan menuju tempat les kami, pokonya banyak deh. Suatu ketika dia pernah “diikuti” oleh makhluk gaib (semacam arwah katanya), dan makhluk tersebut terus berusaha komunikasi minta dibantu tentang masalah dunianya dulu, kebayang ngga?. Jujur temenku itu ngakui dia mrasa terganggu kalo ada makhluk2 yang rese ngikutin dan berusaha kontak sama dia. Sejak itu katanya dia menghindari kontak mata, atau pura2 ngga liat kalo pas ketemu sama mahluk2 macem ini biar tuh mahluk ngga ajimumpung jadiin dia tempat curhat atau konsultasi gratis, hehehe. Mau percaya kok aneh, tapi mau ngga percaya..gimana kalo memang bener adanya, yah buat fun2 aja deh.. warna warni kehidupan🙂 .

Kalo ngalamin sendiri sih aku blom pernah, ya semoga jangan deh, soalnya aku punya kebiasaan buruk kalo didera ketakutan yang amat sangat, ..jadi suka nraktir sembarangan.., buruk banget buat kantongku😀 kekekekeke..

Tapi aku ada satu peristiwa yang agak nyerempet2 kesana, kejadiannya pas jaman baru2 masuk kuliah, dirumah kontrakan bareng temen2 satu SMA, awalnya dari ngobrol2 ttg cerita serem dan pengalaman gaib yang pernah dialami, bener2 terhanyut dan memacu adrenalin, sampai pada puncaknya suasana semakin panas, akhirnya ada satu anak, kalo ngga salah ya penulis ini, yang mencetus gimana kalo nyobain main “jailangkung” aja, anak2 lain yang semua sudah terberangus dalam mode “uka-uka” tanpa berpikir lama langsung aja “angguk-angguk”.

Kita ngga pakai sarana yang mengerikan, ataupun yang berbentuk aneh seperti di film2, sederhana banget malah, cuma pakai dua batang balpoint yang dirangkai seperti “jangka” (itu loh, alat buat nggambar lingkaran waktu jaman SMP), salah satu ujung akan jadi poros dan ujung lainnya akan bergerak bebas menunjuk runtun alphabet yang melingkar disekitarnya , mantranya pun kami karang2 sendiri🙂 , nyoba beberapa kali gagal melulu padahal udah dibela-belain masang tampang serius dan angker kayak orang lagi nahan kentut, akhirnya percobaan hari itu dihentikan. Dilanjutin lagi besok harinya siang pulang kuliah, ngumpul lagi ada lah sekitar 6 orang, didalem kamar, jendela dan pintu ditutup, penerangannya cuma pakai lilin, bentuk lingkaran kecil, dan ditunjuklah satu pembaca mantra sekaligus megangin pangkal balpoinnya, namanya Kumkum… aku lupa bunyi mantranya tapi kira2 seperti ini :

” jailangkung2 disini ada pesta…. blabla.. datang tidak dijemput… pulang tidak diantar.. blablabla.. kalo kamu sudah datang tunjuk huruf ‘Y’ , kalau tidak tunjuk huruf ‘T’ ….”

Bener saja, tiba2 terdengar suara seperti tawa orang tapi lehernya tercekat, balpoint penunjuk terlihat bergerak2, lingkaran kecil dari badan kami yang berhimpitan yang tadinya tenang mulai goyah,….. aku merasakan sekali fenomena itu.. tepat di depan mataku…

“goblok, kalo sampai bisa nunjuk huruf ‘T’ ya berarti masuk dong jailangkungnya..!!” hardikku kecil ke si pembaca mantra….Cekikikan berubah menjadi gelak tawa…dasar amatir, belum lagi lulus kalkulus 1 udah lupa sama pelajaran logika dasar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.