… postingan kali ini mengemukakan ide andaikan aku jadi [something]. [something] sendiri diisi berdasarkan penugasan ketek satu ke ketek lainnya, berdasarkan alphabet. Bliw-Dith-Lilip-Nanda-Bliw, jadi Bliw nyuruh Dith membuat tulisan andaikan aku jadi [something], Dith ke Lilip dst … postingan kali ini juga dihadiri oleh seorang bintang tamu …

lilip wrote :
huahahahaha…
tugas yang paling mudah!
andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra!
andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra … asik donk, bisa ikut2 Olga kesana kesini, Olga nge-MC di Manado ikut ke Manado, Olga ada acara di Australia ikut ke Australia ..
andaikan jadi juru riasnya Olga Syahputra … asik donk, bisa sering2 ketemu artis, bisa ketemu Agnes Monica yg katanya sohib deketnya Olga. bahkan mungkin klo ngerias Olga dengan OK, artis2 lain jadi tertarik untuk pake jasa kami dan klo udah banyak yg make … asik donk, jadi kaya, bisa bikin salon sendiri, buka usaha sendiri, punya warung baso, dan bahkan mungkin ngeluncurin produk sendiri kayak Rudy Hadisoewarno ato klo salonnya udah banyak bisa bikin sekolah merias dan potong rambut sehingga kekayaan makin menumpuk .. asik donk, klo kekayaan makin menumpuk bisa bikin toko roti ato toko donat kayak Jhonny Andrean .. asik donk, someday ada Lip.Co ato Bread Lipz
pokonya asik donk… paling asik deh ketimbang jadi pengrajin koteka ato asisten Mak Errot ato tukang obat kuat ato anggota Silver Boyz ……………..
udit wrote :
Setelah kurang lebih seminggu disini kering postingan, ditambah kasus si kampret sang penyusup komen gembelengan yg sempet bikin qta merah padam (qta? aq kali.. hehe..) akhirnya, muncul ide untuk bikin postingan ini: Menulis dengan tema “Seandainya aku menjadi…”
Gembelnya, tiap orang ngga bs nentuin sendiri titik2nya.. tapi ditentuin dan ditunjuk secara mutlak sm teman setianya.. bweewww!!! Jadilah Aq ngisi titik2nya si Lilip, Lilip nunjuk titik2nya si Nanda, Nanda maten titik2nya Bliw & kiBliw (si teman setia) mengarang secara membabibuta penuh kemenangan untuk ngisi titik2nya aq.. Hmmm… ok… Let’s see..
1… 2… 3… Bliw nyuruh aq jd ASISTENNYA MA’ EROT.. wew.. detik itu juga dunia serasa mengecil, ciut.. ciut.. ngga ada ide gila sama sekali.. ngga berani.. yg ada di pikiranku cuma ”Gimana klo ayah baca blog ini ya..” hehe..
Akhirnya dengan kekuasaanku yang super, aq minta Bliw bikin titik2 yg lain, yg lebih ’make sense’ untuk ibu muda nan jelita ini..heheheh…eh, entah gmn si kiBliw mau bertekuk lutut & titik2 itu berpindah ke tangan BINTANG TAMU QTA KALI INI.. (hai Ndre km pasti seneng ya..congrats!!)
&..Bliw ngasih aq pilihan yg didasari oleh rasa bersalahnya yg segede cuma upil. Aq disuruh jd PENGRAJIN KOTEKA.. hmmm.. ngga jauh2 deh pikirannya ..tp.. blm juga sempet mikir cari2 ide, rasa bersalahnya si kiBliw membesar jd segede udel. Sedetik kemudian Bliw nyuruh aq jd PAWANG UJAN.. Well, dipikir2, jd pawang ujan apa enaknya sih..
Jadi, qta mulai aja.. siapa takut weeee :B
KOTEKA adalah penutup bagian khusus alat kelamin pria yg dipakai beberapa suku bangsa di Papua. Koteka tradisional yang selama ini ada di Papua terbuat dari buah labu tua yang dibuang isi dan bijinya kemudian dijemur sampai kering. Ada berbagai macam ukuran koteka, tergantung besar kecilnya kondisi fisik pegguna. Bagi pria berwibawa dan terkenal, koteka harus besar dan panjang. Banyak juga pria biasa yang menggunakan koteka berukuran besar untuk aksesoris semata. Keterampilan membuat koteka diperoleh secara turun temurun oleh kaum pria Papua. Jika usia sudah menginjak 5 tahun, maka pemakaian koteka mulai diharuskan. Saat ini kampanye antikoteka banyak digalakkan untuk mengurangi penggunaan koteka di masyarakat Papua. Padahal, menurut suku2 di Papua, koteka merupakan pakaian layak, seperti pakaian adat kebanggaan suku2 lain di indonesia. (disadur dari kompas.com 25/02/05)
Jd ..SEANDAINYA AQ MENJADI PENGRAJIN KOTEKA, AQ AKAN melawan kampanye itu & membuat koteka lebih modern & memasyarakat, diantaranya dengan :
- Menggunakan bahan dasar pembuatan koteka yang bervariasi. Mulai dari bahan yg original (buah labu tua), kulit lembu klo mau agak hangat, kulit ular & kulit buaya klo mau agak nyentrik, kulit sintetis yang terjangkau harganya, silikon yang elastis, kayu jati yang elegan, kayu cendana biar wangi, daun pisang untuk efek natural, daun pepaya biar empuk, lho?! Ehehe.. pokoknya berbagai bahan yg memungkinkan lah..
- Membuat bermacam2 pilihan bentuk dan ukuran. Akan disediakan ukuran anak-anak sampai orang dewasa. Dan akan tersedia berbagai pilihan bentuk, mulai dari bentuk lurus panjang seperti aslinya, bentuk spiral, bentuk buntet seperti cabe gendot, bentuk cabang dua.. pokoknya terserah permintaan konsumen.
- Memperalat pengrajin ukiran jepara, batik pekalongan, bordir tasikmalaya & pengrajin woodcarving di bali, untuk meramaikan motif koteka dari berbagai bahan, bentuk dan ukuran di atas.
Untuk mendukung langgengnya usahaku, aq juga akan :
- Membuka bengkel perawatan & perbaikan koteka, termasuk di dalamnya servis dry clean.
- Membuka tempat penyewaan koteka untuk berbagai keperluan. Dari mulai acara formal, non formal (santai), acara berburu, olahraga, bermain ice skating, dll.
- Membuka outlet yang menjual dan memberikan servis perawatan & perbaikan koteka di berbagai kota besar di Indonesia.
- Membuka outlet souvenir di berbagai kota besar di dunia untuk lebih memperkenalkan koteka di mata dunia.
- Menyediakan forum pengguna koteka sehingga berbagai macam ide, saran, pengalaman menarik dan keluhan, dari setiap pengguna dapat ditampung secara positif.
Sekian…
nanda wrote :
Kalau saya jadi tukang obat kuat, saya ngga akan pusing-pusing. Saya paling bikin iklan di papan trus saya pasang di tempat pariwisata, di Tanah Lot misalnya, biar bisa dilihat sama turis kaya begini:
*konten dijiplak persis dari koran, jadi kalau emang sama ya…namanya juga dijiplak…*
bliw wrote :
Jadi aku ditantang berandai-andai “kalo aku anggota Silver Boys” nih?, sapa takut? yiuuu…
Pertama aku mau membayangkan dulu pakaian kebangsaan yang akan dikenakan saat menggeliat-geliat diatas panggung nanti, di depan sejuta tatapan mata yang hanya bisa menenggak liur menahan hasrat saat melihat aksi yang pastinya sangat spektakuler dan fantastis (mode PeDe bin congkak: ON).
Sepatu hak tinggi? hmm sudah terlalu lumrah, kurang tinggi menurutku, jadi akan kuganti dengan “egrang” sekalian, yess.. sekarang aku dua meter lebih tinggi dari yang lain. Stocking jaring? cuihh.. kurang hot, gantinya akan dipakai stocking motif batik Pekalongan yang dipesan eksklusif dari Danar Hadi, dijamin tidak bakal ada yang menyamai, tapi renda2 dibagian pangkalnya dibiarkan saja supaya efek menggelitiknya sesekali tetap terasa, dan satu lagi ada buntut kelinci warna putih kepink2an nemplok di bokong yang akan bikin penonton tambah gemes. Rok mini rumbai2 selutut? sedikit diatas lutut? sepaha? atau sepantat? akan kubuat yang lebih ekstrim.. sepuser !!! (bisa bayangin ngga betapa mininya? udah jangan dibayangin ntar situ ngeces..). Untuk dibagian badan.. hmm aku udah mulai ilfil sendiri membayangkan yang akan dipakai, yang jelas ngga akan pakai “kemben”, takut kejadian kayak yang dialami rekan artis dulu, ntar malah pada kaget trus bilang “glek, baru liat susu kayak gini” , mending nanti sajalah jahit sendiri dari kain sisa gorden di rumah. Selanjutnya glove berbahan sutra ungu akan mempercantik kedua tangan yang sudah terlanjur “kekar” ini (maklum dulu pernah nyambi jadi tukang becak, ……ngegenjotnya pakai tangan!! ). Di bagian leher akan melilit kalung buldog dengan duri2 besinya, mudah2an bleki mau minjemin barang sehari saja, ntar jatah biskuitnya ditambahin sebutir lagi (“prettt… pelit amat “, kata bleki).
Sebagai pengagum berat “ibu Kita Kartini, istri dari bapak kita Kartono”, akan kusingkirkan sejenak wig-wig warna warni warisan nenek yang mantan juara cheer leader sekecamatan itu, gantinya segumpal konde hitam legam akan bertahta di kepala, tidak lupa untaian dari bunga melati dan bunga kol yang dironce-ronce. Di bagian wajah tidak akan banyak dipoles karena kata mamanya si Loren, wajah ini sudah rupawan dari sananya dan juga sangat fleksibel mengikuti suasana acara, di saat butuh feminin …Sandra Dewi sekalipun akan bertekuk lutut (pas doi lagi ngiket tali sepatu), saat dalam suasana macho …artis sekelas Primus pun lewaaat (pas ane lagi dipinggir jalan mo nyetop angkot) dan jika harus tampil edan.. Aming pun akan dibuat sebegitu shock-nya hingga badannya kurus (catet: Aming kurus bukan karena cacingan, tapi karena shock..). Oh iya, “syal bulu” seperti yang biasa dipakai manggung anak-anak Silever Boys mending disimpen aja di rumah buat kemoceng, karena semua orang juga tau bahwa: “kita tidak pernah butuh syal bulu untuk mendongkrak penampilan, ketika mengetahui ternyata bulu-bulu ketek yang tumbuh telah berkibar jauh lebih cantik dan atraktif..”
Setelah puas melepas dahaga para penggemar, target selanjutanya adalah mengambil alih tampuk pimpinan yang saat ini masih dipegang Tata Dado. Dengan kemampuan mempengaruhi anggota lainnya (disogok pake semangkok Indomie telor) dan sedikit intrik2 yang tidak mungkin dibeberkan disini (karena memang belum kepikiran), yakin ngga sampai sebulan misi ini sudah bisa terwujud…
ps: maaf untuk Udith yang sudah lebih dulu shock ditodong dengan profesi yang sangat “unik” sampe memelas2 minta ganti,hehehe, thanks to Nanda atas tantangannya, aku tahu kamu sangat mengidolakan Silver Boys, kamu pernah mengigaukan mreka dalam tidurmu, dan thanks banget buat Lilip (ideku jadi begitu mudah mengalir cukup dengan membayangkan kamu sebagai modelnya…)
PUASSSSSS……. (”,)v

kamu riset dulu ya dith?
luar biasa memang .. udahlah cucok banget
@bliw
wow.. sanjungan yg luar biasa
terima kasih …..
hmmmmmmmmmm…
konspirasi ini namanya …….
Dilihat dari gambar, sepertinya Lilip tertarik dengan vegin goyang getar mendesah…:B
dith, elo terlalu menghayati….
hmmmm
si nanda sampe tertawa termehek2 …..
okeh! okeh! okeh!
tunggu aksi selanjutnya
@Yoan (5)
hehehehe mungkin beneran mo wiraswasta “itu” kali ..
Bukannya terlalu menghayati Puss, gw ngga mau dikeroyok sm suku Papua klo gw nulis pake maen2 kyk si kibliw
heh, siapa yg nulisnya main2 !!!!!!!! (*#%^#%*%)
aku !?
emang iya.. :p